Jum. Apr 19th, 2024

DPKPP Solsel Bagikan Bibit Manggis

By nrlvi Okt 19, 2023 #DPKPP
10.30

Puncak Andalas, Solok Selatan– Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan membagikan bibit manggis kepada masyarakat, Rabu, 18 Oktober 2023.

Menurut Tim Teknis (Analis Informasi Pasar) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kbupaten Solok Selatan, Dayub, St, Bibit Manggis yang dibagikan ada Dua Rbu Batang bibit manggis varietas Kali Gesing, dibagikan kepada lima kelompok tani penerima di Kabupaten Solok Selatan.

Kelompok tani penerima Tani Maju, Kwt Maju Bersama, Maju Bersama, Simpang Cubadak dan Sumando Caniago, tambah Dayub.

Bibit manggis ini kita terima dari penyedia di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, hari Rabu, 18 Oktober 2023, dan langsung dibagikan kepada kelompok tani penerima antuan, kata Dayub

Sementara Kadis Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Solok Selatan yang di wakili oleh Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dafrizal menatakan, pengembangan manggis memberi manfaat ganda, selain manfaat ekonomi langsung juga berpotensi mengurangi emisi karbon.

“Tanaman manggis adalah salah satu anugerah yang diberikan Tuhan untuk daerah tropis seperti Indonesia. Selain buahnya bernilai komersil tinggi, manggis juga baik untuk konservasi, tambah Kabid.

Manggis di antaranya bisa menjadi tanaman pelindung kota, memperbaiki kualitas lingkungan karena sifatnya yang every green, akarnya kokoh serta batangnya kuat dan elastis. “Sangat potensial untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon,” ujarnya

Buah manggis yang dijuluki Ratu Buah Tropis banyak dijumpai di kawasan hutan atau perkebunan. Di habitat alaminya, pohon manggis banyak ditemukan tumbuh bersanding dengan pohon durian yang dijuluki Raja Buah Tropis. Manggis terkenal bercita rasa eksotik dan memiliki kandungan zat antioksidan tertinggi di antara buah tropis lainnya. Itulah kenapa manggis banyak diminati konsumen, baik pasar domestik maupun ekspor, tukuknya.

Dafrizal menjelaskan adanya Protokol Kyoto 1997 yang mengatur tentang perdagangan karbon. Dalam konteks negara, siapa pun yang melakukan upaya pengurangan emisi misalnya CO2 maka berhak mendapatkan kompensasi. Dengan asumsi 1 ton karbon mendapatkan kompensasi senilai US$71.

“Sesuai data BPS tahun 2018, kita punya 2,1 juta batang pohon manggis yang sudah menghasilkan atau identik dengan pohon manggis yang sudah berumur tua. Nah, kalau dalam setiap 1 pohon manggis diasumsikan menyimpan 10 kg karbon saja, maka sejatinya sudah berkontribusi mengurangi emisi sebanyak 21.000 ton CO2. Kalau dikalkulasi ekonomi atau diperdagangkan di pasar karbon bisa senilai kurang lebih US$1,49 juta,” papar Dafrizal. dy

By nrlvi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *