Sab. Jun 22nd, 2024

“2 Putaran”Isu Paslon Gabung 1 dan 3

By PA Jan16,2024

Puncak Andalas, Jakarta – Isu kian senter tentang wacana koalisi antara kubu pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD jika Pemilu 2024 berjalan 2 putaran pun semakin kuat bergulir.

 

Sedangkan bersamaan dengan itu, gerakan satu putaran yang digaungkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

 

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, mengaku tak khawatir jika tim capres-cawapres nomor urut 1 dan nomor urut 3 sudah menjalin komunikasi. Nusron optimis kubunya bisa menang satu putaran.

“Monggo silakan Mas Anies dan Pak Hasto komunikasi. Rapopo (nggak apa-apa),” kata Nusron kepada wartawan, Senin (15/1/2024).

Nusron menuturkan Prabowo-Gibran lebih memilih berkomunikasi langsung dengan rakyat. Ia juga mengungkapkan bahwa rakyat lebih senang jika pemilu satu putaran.

“Kami lebih senang komunikasi dengan rakyat langsung baik formal, non formal dan informal. Rakyat lebih senang dan mempunyai keinginan yang kuat agar pemilu bisa dilaksanakan satu putaran,” terang Nusron.

Melihat perkembangan suasana politik yang terjadi beberapa hari terakhir, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla kembali mengomentari wacana koalisi paslon nomor urut 1 dan 3 bila putaran kedua terjadi. JK menilai dalam dunia politik tak ada lawan maupun kawan abadi.

“Ya politik ini kan nggak ada lawan dan kawan abadi. Yang ada kepentingan untuk memajukan bangsa ini. Memenangkan pemilu dan sebagainya. Ya jadi memang harus bersama-sama, kebersamaan,” kata JK saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2024).

Ucapan JK ini pun terbukti dengan banyaknya politisi yang berpindah haluan. Terbaru, Maruarar Sirait memilih pamit dari PDIP dan mengikuti langkah Presiden Joko Widodo di politik.

“Saya memilih untuk mengikuti langkah Pak Jokowi karena saya percaya Pak Jokowi adalah pemimpin yang sangat didukung oleh rakyat Indonesia,” kata Maruarar usai mengunjungi DPP PDIP di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2024).

Sebelumnya, dari PDIP juga ada Budiman Sudjatmiko yang merapat ke barisan Prabowo-Gibran. Sampai akhirnya mantan aktivis 98 itu dipecat dari PDIP.

Aksi cabut dan pindah dukungan ini memang kerap terjadi, bahkan sebelum tahapan pemilu dimulai. Seperti aksi Partai Demokrat yang pindah ke koalisi Prabowo karena bergabungnya PKB ke barisan Anies.

Peristiwa ini pun kembali diungkit oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang mengaku diperlakukan tak etik oleh koalisi lama. Pembahasan selengkapnya terkait aksi cabut dan pindah dukungan ini akan dibahas selengkapnya dalam program detik Pagi edisi Selasa (16/1/2024).

Nikmati terus menu sarapan informasi khas detik Pagi secara langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat. dt

 

 

By PA

Related Post