Jum. Apr 12th, 2024

Gus Ipul Berpeesan Ke PKB

By nrlvi Feb 26, 2024 #Gus Ipul
13Gus Ipul

Puncak Andalas, Jakarta – Sampaikan Pesan ke PKB, itulah yang ilakukan oleh Sekjen PBNU Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul. Kali ini dia menyampaikan pesan yang diklaim dari Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pesan pertama dari TPS itu, kata Gus Ipul, meminta untuk PKB menerima hasil Pemilu 2024. Terutama berkaitan dengan hasil Pilpres yang mana pemenangnya adalah Prabowo-Gibran.

“Pesan dari TPS, PKB harus menerima hasil pemilu. Ini bukan pesan dari siapa-siapa. Jangan dibalik-balik,” ujar Gus Ipul di sela-sela Karnaval Kebonsari, Kota Pasuruan, Minggu (25/2/2024).

Kedua, Gus Ipul juga menyampaikan pesan dari TPS yang menginginkan agar PKB segera merapat ke Prabowo-Gibran. Itu terlihat dari banyaknya pendukung PKB yang memilih Prabowo-Gibran.

Gus Ipul mengklaim memiliki bukti berdasarkan hasil quick count maupun real count KPU RI bahwa 50% lebih para pemilih PKB memutuskan untuk mencoblos Paslon 02 Prabowo-Gibran.

Karenanya Gus Ipul berharap PKB bisa mendengarkan suara konstituen mereka yang mayoritas merupakan warga NU dan meminta PKB segera merapat ke kubu Prabowo-Gibran.

“Terima hasil pemilu dan segera merapat ke Prabowo. Jangan dikaburkan pesan ini,” kata Gus Ipul.

Sebelum ini, Gus Ipul sebagai Sekjen juga sempat mengingatkan PKB agar kembali atau berkiblat ke PBNU dalam hal Pilpres 2024. Dia sampaikan bahwa PBNU telah menerima hasil pilpres.

Dia sampaikan bahwa 80 persen lebih rakyat yang memiliki hak pilih telah berpartisipasi dalam pemilu 2024 dan mereka telah datang ke TPS untuk menentukan pilihannya.

“Jadi kewajiban kita semua menghormati pilihan dari rakyat Indonesia. Kalau toh misalnya dirasakan ada kecurangan, itu ada mekanisme lewat mengumpulkan bukti-bukti yang cukup di TPS kemudian dibawa ke pengadilan,” kata Gus Ipul, Rabu (21/2).

Dia juga menyampaikan bahwa hasil real count KPU sudah menunjukkan adanya’ selisih perolehan suara yang sangat lebar yang menurutnya selisih itu sangat sulit untuk dikejar.

“Dulu jaman saya dengan Pak Karwo (melawan) Bu Khofifah (di Pilgub) itu juga ada dibawa ke pengadilan karena selisihnya tipis. Itu diproses di pengadilan dan kita semua terima dan kemudian ada pemilihan ulang di daerah sengketa. Tapi kalau selisih sudah sangat lebar seperti ini rasanya agak sulit, bagi saya yang punya pengalaman, untuk bisa mengejar ketertinggalan. Kecuali tipis, 3 persen. Kalau 20 persen, rasanya sulit,” ungkapnya.

Untuk itu Gus Ipul mengimbau semua pihak berpikir ke depan. Ia mengajak semua pihak mendukung presiden pilihan rakyat untuk mewujudkan visi-misinya; Indonesia maju, makmur dan sejahtera.

“Kita ingin mengajak untuk berpikir ke depan, termasuk juga pada teman-teman PKB marilah berkiblat kepada NU yang selama ini menjadi bagian dari berdirinya PKB. NU, Rais Aam, ketua umum sudah menyatakan bahwa kita terima apapun hasilnya karena ini bagian dari proses demokrasi yang sudah kita lakukan berulang-ulang,” ajaknya.

Pesan Gus Ipul untuk PKB terutama kepada Muhaimin Iskandar atau Cak Imin selaku Ketum Partai Kebangkitan Bangsa itu terus dilakukan usai keduanya saling sindir.

Cak Imin sebelumnya sempat menyebut bahwa Gus Ipul adalah Makelar. Gus Ipul sempat membalasnya dengan jawaban yang cukup menohok. Hingga dia juga menyindir soal perolehan suara PKB.

Menurut Gus Ipul, tingginya perolehan suara PKB di Pemilu 2024 bukan semata-mata karena faktor Cak Imin sebagai Ketua Umum. Untuk sentilan yang ini, petinggi PKB di Jatim angkat bicara.

Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi meminta Gus Ipul tidak banyak bicara. Ia mencontohkan Cak Imin yang tidak banyak bicara, tapi membuktikannya dengan angka.

“Kok nggak malu, sekelas Sekjen PBNU statement seperti itu,” ujar Fauzan ujar, Selasa (20/2/2024). “Faktanya suara PKB sekarang meningkat tajam karena kepemimpinan Gus Imin yang konkret dalam melayani Nahdliyin.”

Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim itu juga berpesan kepada Gus Ipul agar fokus mengurusi PBNU ketimbang ikut campur dalam urusan PKB.

“Gus Ipul sebaiknya fokus saja sebagai Sekjen PBNU. Nggak perlu sok perhatian dengan PKB. Pemilunya sudah lewat kok baru perhatian. Kemarin ke mana aja? Malah ngerusuhi PKB kok,” tandasnya. dt

By nrlvi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *