Jum. Apr 12th, 2024

Bunuh Tetangga Kakak-adik Di Malang

By nrlvi Apr 3, 2024 #Bunuh
13.30

Puncak Andalas, Jakarta – Merampok dan membunuh tetangga itulah yang dilakukan Kakak  – Adik di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Bahwa motif perbuatan para tersangka melakukan pencurian dengan kekerasan adalah karena para tersangka butuh uang untuk biaya menikah serta membayar hutang, kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/4/2024).

Kakak-adik bernama M Wakhid Hasyim Afandi (29) dan M Iqbal Faisal Amir (28) diringkus kepolisian karena diduga merampok dan membunuh tetangganya, Sri Agus Iswanto (60), di Kabupaten Malang, Jawa Timur, terang Kasat Reskrim.”

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan acaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara.

Kronologi Peristiwa

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (22/3) sekitar pukul 19.30 WIB di sebuah rumah yang terletak di Jl Anggodo, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Saat itu, kedua pelaku masuk ke rumah korban bernama Esther Sri Purwaningsih (ESP) yang tinggal bersama korban Agus.

“Pada saat situasi sepi, kedua tersangka masuk ke teras rumah korban dengan membuka pintu pagar, kemudian masuk ke dalam rumah melalui pintu samping yang tidak terkunci. Saat itu tersangka M Iqbal terpergok korban Sri Agus yang sedang makan,” ucap Gandha.

Karena kepergok, pelaku langsung memukul wajah korban Agus sebanyak satu kali. Kemudian pelaku mengambil pisau dapur yang sudah disiapkan sebelumnya dan berusaha menggorok leher korban.

“Namun karena korban sempat melawan sehingga pisau tersebut mengenai tangan sebelah kiri korban, kemudian langsung menikam leher bagian belakang sebelah kiri korban Agus, dan membuat pisau tersebut patah. Sedangkan mata pisau menancap pada bagian belakang antara leher dan pundak dari korban,” jelasnya.

Bersamaan dengan itu, pelaku Wakhid masuk ke ruang makan dan langsung memukul korban Esther menggunakan tangan kosong sebanyak tiga kali. Tersangka juga menyeret korban ke dalam kamar serta membenturkan kepala korban Esther ke tembok sebanyak dua kali.

“Setelah berhasil melumpuhkan kedua korban, kemudian tersangka mengambil dompet yang berisi uang milik korban dan 1 buah HP merk oppo milik korban Esther Sri Purwaningsih serta keluar dari TKP melalui pintu samping,” ucap Gandha.

Kemudian pukul 20.00 WIB malam itu, polisi menerima laporan penemuan mayat pria dan wanita yang terluka di lokasi. Polisi pun melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

“Korban Agus ditemukan meninggal dunia di tempat tidurnya dengan kondisi terdapat pisau yang masih menancap di bagian belakang antara leher dan pundak, sedangkan korban Esther mengalami luka-luka memar pada wajah diduga akibat dipukuli oleh pelaku,” ujar Gandha.

Selanjutnya Satreskrim Polres Malang membentuk tim khusus yang dipimpin oleh AKP Gandha Syah untuk mengungkap kejadian tersebut. Menurut Gandha, tim khusus melakukan serangkaian tindakan penyelidikan yang dilakukan baik hasil olah TKP, keterangan para saksi, maupun bukti yang ditemukan di TKP maupun di sekitar TKP.

“Dari hasil penyelidikan, tim khusus berhasil mengidentifikasi para pelaku melakukan yang melakukan pencurian dengan kekerasan di TKP tersebut, selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 30 Maret 2024 tim khusus melakukan upaya paksa penangkapan terhadap para pelaku serta berhasil menyita barang bukti yang ada kaitannya dengan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut,” imbuhnya. dt

By nrlvi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *